Spanyol
menghempaskan Italia dalam partai final Euro 2012 yang dilangsungkan di
kota Kiev, Ukraina, semalam. Tak tanggung-tanggung, La Furia Roja mempermalukan Italia dengan skor 4-0!
Gol-gol kemenangan Spanyol dicetak oleh David Silva di menit ke-14, Jordi Alba di menit ke-34, Fernando Torres di menit ke-84 dan pemain yang langsung mencetak gol di menit pertamanya menginjak lapangan hijau, Juan Mata, di menit ke-88. Bagi Torres, gol yang dicetaknya tersebut membawanya meraih penghargaan Golden Boot, penghargaan bagi top skor turnamen Euro ini. Sementara bagi kapten Iker Casillas, inilah trofi ketiganya selama dirinya menjadi leader tim Matador.
Lalu, kesimpulan apa sajakah yang bisa kita dapatkan dari laga final semalam? Berikut ulasannya:
1. Spanyol Tim Terhebat Yang Pernah Ada
Satu
kemenangan besar kembali direngkuh Spanyol. Bertambah lagi satu trofi
bagi Casillas cs. Dan kemenangan tersebut diwarnai dengan bermunculannya
rekor-rekor baru, antara lain:
- Spanyol merupakan tim ketiga yang pernah merasakan dua partai final Euro secara berturut-turut. Dua tim lainnya adalah Jerman Barat dan Uni Soviet. Namun, kedua negara tersebut tak mampu memenangkan laga final kedua yang mereka lakoni.
- Hanya Spanyol dan Prancis yang mampu mengawinkan gelar juara Euro dengan gelar juara Piala Dunia
- Spanyol meraih juara dengan komposisi pemain yang sama dengan yang mereka gunakan saat laga pembuka. Belum ada tim lain yang mampu melakukan hal ini.
- Spanyol merupakan tim pertama yang mampu memenangkan tiga gelar turnamen internasional secara berturut-turut. Dimulai dari gelar juara Euro 2008, berlanjut dengan trofi Piala Dunia 2010 dan seperti yang telah kita semua saksikan semalam, gelar juara Euro 2012.
- Sebelum laga final melawan Spanyol, gawang tim Italia merupakan salah satu tim yang sangat susah untuk dibobol. Namun, Spanyol mampu menggelontorkan empat gol sekaligus ke gawang Gigi Buffon. Hanya tim yang super yang mampu melakukan hal tersebut.
Banyak gol yang tercipta dari sundulan kepala di turnamen ini. Partai final semalam menegaskan hal tersebut. Gol pertama Spanyol yang dicetak David Silva berasal daru sundulan kepala. Gol tesebut merupakan gol ke 22 yang tercipta dari sundulan kepala selama turnamen Euro 2012 ini berlangsung.
3. Tim Matador Mampu Bermain Dalam Tempo Tinggi
Selama ini Xavi cs sering dikenal dengan gaya permainannya yang membosankan. Mereka selalu bermain dengan tempo yang lambat. Mereka memulai laga dengan tempo lambat, dan secara perlahan namun pasti, bergerak maju untuk mencetak gol. Gol yang mereka hasilkan memang terkadang cukup cantik. Namun proses menuju gol tersebut cukup membuat para fans cukup bosan.
Dalam laga semalam, Spanyol mampu mencetak gol di menit ke 14. beberapa menit sebelumnya, tendangan Xavi nyaris berbuah gol bagi Spanyol. Jadi, bisakah anda menebak apa yang terjadi? Ya, Spanyol ternyata mampu bermain dengan tempo yang cepat. Umpan dari kaki ke kaki yang mereka lakukan cukup tajam dan mampu menusuk jantung pertahanan Italia.
Apa yang Spanyol peragakan dalam laga final semalam berbeda jauh dengan yang mereka peragakan saat bermain melawan Cristiano Ronaldo cs. Spanyol langsung mengambil inisiatif untuk menyerang lawan terlebih dahulu. Serangan-serangan yang mereka lakukan mengalir dengan deras dan cukup cantik.
Masih menganggap Spanyol membosankan?
4. Andrea Pirlo Mati Kutu
Serangan-serangan Italia bertumpu pada kreatifitas seorang Andrea Pirlo. Hal tersebut terlihat jelas selama turnamen ini berlangsung. Namun, ketika lini tengah tim Spanyol berhasil meredam aksi-aksi Pirlo, skuad Azzurri pun limbung.
Lima pertandingan yang telah dilalui tim asuhan Cesare Prandelli berjalan mulus di bawah kendali Pirlo. Pirlo yang bertindak sebagai deep-lying playmaker mampu mendominasi setiap lawan-lawan yang dihadapi Italia. Tak ada pemain yang mampu menandingi skillnya dalam mengumpan, maupun visi bermainnya. Namun, semuanya hilang ketika Pirlo berhadapan dengan Xavi dkk.
Lini tengah tim Matador mampu memberi tekanan kepada Pirlo sepanjang pertandingan. Setiap kali Pirlo menguasai bola, selalu ada pemain yang menganggu pergerakannya. Hal ini memaksa Pirlo tak bisa berlama-lama dengan bola. Tak ada kesempatan baginya untuk menemukan ruang bebas untuk mengirim umpan secara akurat. Serangan-serangan Italia pun mandeg di lini tengah sepanjang babak pertama.
5. Spanyol Bermain Secara Kolektif
Barisan pemain-pemain top yang ada dalam skuad La Furia Roja seperti Torres, Iniesta, Xavi, Silva, maupun Ramos, mampu menghilangkan segala ego mereka ketika berada dalam satu tim yang sama. Entah hal itu mungkin terjadi secara alami atau mungkin sang pelatih Vicente Del Bosque telah bekerja dengan sangat baik untuk memadukan para bintang-bintang top tersebut. Hasil yang diraih Spanyol diraih berkat kerjasama tim yang yahud dan tentunya berkat bantuan para bintang-bintang besar yang ada di dalamnya.
Cesc Fabregas yang ditugaskan Del Bosque sebagai 'ghost striker' mampu bermain apik dengan torehan dua gol dan dua assist. David Silva turut berperan dalam lima gol yang dicetak Spanyol. Xavi, sang konduktor lini tengah Spanyol, menyumbangkan dua assist dalam partai final semalam. Total tiga assist telah disumbangkannya bagi Spanyol dalam dua partai final Euro yang telah dilaluinya. Satu assistnya terjadi ketika Spanyol melawan Jerman di Euro 2008. Xavi saat ini merupakan satu-satunya pemain yang mampu menyumbangkan assist di dua partai final Euro.
Dan tak lupa menyebut nama striker Fernando Torres. Mantan penyerang Liverpool ini meraih predikat top skorer Euro 2012. Dia pun berhak membawa pulang trofi Golden Boot. Sebenarnya banyak pemain lain yang juga mencetak tiga gol di turnamen ini, termasuk Mario Gomez, namun Torres-lah yang berhak membawa pulang predikat top skor karena catatan statistiknya lebih baik dibandingkan Gomez. Torres mampu mencetak tiga gol dengan menit bermain yang lebih sedikit ketimbang Gomez. Selain itu, Torres, juga mampu menyumbangkan satu assist. Gol yang dilesakkannya semalam membawa Torres sebagai satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol di dua partai final turnamen Euro.
6. Spanyol Adalah Tim Yang 'Mengerikan'
Kegemilangan tim Spanyol masih akan berlanjut di masa depan. Mengapa demikian?
Spanyol berlaga di Euro ini tanpa dua pemain andalan mereka, yaitu bek tengah Barca, Carles Puyol dan striker David Villa. Tanpa mengandalkan dua pemain tersebut, Spanyol mampu tampil sebagai juara, mencetak dua belas gol, hanya kebobolan satu gol saat melawan Italia. Setelah itu Italia mampu mencatatkan rekor tak kebobolan selama 500 menit!
Juan Mata, gelandang kreatif yang kini bermain untuk Chelsea hanya bermain sebagai pemain pengganti di laga final semalam, delapan menit sebelum pertandingan berakhir. Sebelumnya, Mata bahkan tak dimainkan sama sekali. Fernando Llorente, striker bertubuh kekar dan jangkung dari klub Athletic Bilbao ini adalah striker yang hebat. Penampilannya bersama bersama Bilbao musim lalu sangat mengesankan. Namun, di turnamen ini dia tak bermain sama sekali.
Barisan pemain inti Spanyol saat ini masih cukup muda. Iker Casillas masih berusia 31 tahun. Gerard Pique berumur 25 tahun, Sergio Ramos 26 tahun dan Jordi Alba hanya 23 tahun. Di barisan tengah, David Silva dan Cesc Fabregas masing-masing masih berusia 25 dan 26 tahun. Andres Iniesta masih berusia 28 tahun dan Xabi Alonso 30 tahun. Xavi Hernandez memang telah berusia 32 tahun, namun dia diyakini masih dapat berlaga di Piala Dunia 2014 mendatang di Brazil.
Barisan skuad La Furia Roja ini masih akan berkuasa di turnamen-turnamen selanjutnya, dan mereka akan selalu lapar akan gelar juara.
7. Pembuktian Vicente Del Bosque
Gelar juara ini adalah jawaban dari Vicente Del Bosque kepada pihak-pihak yang sering mengkritik segala kebijakannya selama menangani timnas Spanyol di Euro 2012 ini. Banyak pihak yang mentertawakan dan mempertanyakan taktik yang digunakan pelatih gaek ini.
Sekarang, Del Bosque dapat membungkam segala suara-suara sumbang yang dialamatkan kepadanya. Terutama jika menyaksikan cara Spanyol menghajar Italia semalam. Keputusan Del Bosque untuk tetap berpegang teguh pada taktik yang digunakannya memang berbuah manis. Congratulation Del Bosque!
Sumber : http://www.bola.net/editorial/7-kesimpulan-partai-final-spanyol-vs-italia.html
