Posted by : Asep Muharam
Kamis, 10 Mei 2012
Pesawat Sukhoi Super Jet 100 lepas landas di Halim (REUTERS/sergeydolya.livejournal.com/Handout)
Badan SAR Nasional telah memastikan
lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet-100 di lereng Gunung Salak,
Bogor. Dari daftar manifest terakhir, tercatat 45 orang menjadi
penumpang dari pesawat produksi Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC)
tersebut.
Dari daftar tersebut, sebagai besar penumpang adalah pegawai dari sejumlah maskapai penerbangan nasional. Tercatat dua penumpang berasal dari PT Indonesia Air Transport Tbk (IATA). Maskapai lain adalah Indo Asia, Avia Star, Air Maleo, Airfast, Kartika Airlines, dan Sky Aviation.
Direktur Utama Indonesia Air Transport, Syafril Nasution, kepada VIVAnews mengungkapkan, keputusan perusahaan mengirimkan pegawainya ikut dalam joy flight atas dasar undangan dari perwakilan Sukhoi di Indonesia, PT Trimarga Rekatama. "Itu undangan dari Sukhoi, mereka dari perusahaan yang ada di Indonesia," katanya.
Syafril mengungkapkan, selain perusahaannya, sejumlah operator penerbangan juga ikut diundang untuk menghadiri demo joy flight dengan kapasitas 100 orang tersebut.
Keputusan manajemen Indonesia Air Transport mengirimkan dua pegawainya, Syafril mengungkapkan, karena perusahaan ingin mengetahui lebih jauh kinerja dari pesawat komersial dari Sukhoi tersebut.
Alasan lain dari operator adalah Sukhoi Superjet-100 telah mendapat izin terbang udara di kawasan Indonesia dari Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Dengan izin tersebut, penerbangan Sukhoi dianggap sudah resmi.
Kendati ikut dalam penerbangan, Indonesia Air Transport mengaku sama sekali belum memiliki rencana untuk membeli pesawat tersebut. "Cuma ingin tahu," ujar Syafril yang menegaskan takkan menuntut Trimarga maupun Sukhoi akibat kecelakaan tersebut.
Seperti diketahui, Indonesia Air Transport kehilangan salah satu pejabatnya, Ganis Arman Zuvianto, yang diduga menjadi penumpang dalam pesawat nahas tersebut. Ganis Arman adalah sekretaris perusahaan di perusahaan yang berinduk usaha pada PT Bhakti Investama Tbk tersebut.
Sumber : http://bisnis.vivanews.com/news/read/312634-alasan-maskapai-ikut-joy-flight-shukoi-sj-100
