Posted by : Asep Muharam Minggu, 13 Mei 2012

FIERDA Basaria boru Panggabean pernah menerima hadiah sebentuk cincin emas dari penumpangnya. Waktu itu, 1 September lalu, keluarga Pudji Slamet Widodo, Kepala Seksi PPN Kantor Pajak Metro, Lampung Tengah, menumpang pesawat Mer pati dari Halim Perdana Kusuma ke Bandara Branti Lampung. Pesawat jenis CN 235 dengan pilot Fierda Panggabean itu take off pukul 07.15 pagi. Belum lama terbang, pilot Fierda mendadak menemui penumpangnya.

Menurut cerita Wahyuni Wardhani, istri Pudji, Fierda berkata dengan tenang, "Kita kembali ke Halim sebentar, ya. Ada kerusakan sekrup sedikit. Turun yuk." Ternyata, satu mesin CN 235 itu mati. Dan Fierda berhasil mendaratkan burung baja yang ngadat itu dengan selamat di Halim. Setelah perbaikan selama 30 menit, Fierda dan seluruh penumpang terbang lagi. "Fierda memang begitu tenang. Bahkan di atas Gunung Krakatau dia sempat berkisah tentang gunung berapi itu," kata Wahyuni, yang membawa tiga anaknya dalam penerbangan tadi, kepada Kolam Pandia dari TEMPO pekan lalu. Maka ketika mendarat muncul pikiran untuk memberikan cincin emas yang dipakainya untuk Fierda. Namun Fierda harus cepat-cepat terbang kembali ke Jakarta. Dan Wahyuni menitipkan cincin itu kepada seorang petugas Bandara Branti.

Beberapa hari berselang, Fierda menulis surat kepada Wahyuni. "Dia berterima kasih dan menyampaikan bahwa keselamatan penumpang adalah tanggung jawabnya. Dia juga mengabarkan bahwa ibunya baru saja meninggal dunia," katanya. Pudji telah beberapa kali terbang bersama Fierda. "Dia sangat teliti. Bahkan mengecek pintu belakang saja dia lakukan sendiri sebelum berangkat," kata Pudji. Maka, lanjutnya, "Saya nggak tahan membaca berita kecelakaan itu, apalagi jika analisanya menyalahkan Fierda." Di kalangan Kantor Pajak Lampung, yang sering mondar-mandir ke Jakarta, Fierda dikenal hangat dan akrab dengan penumpang. "Kami sering makan siang bersama kalau dia kebetulan di Bandarlampung," kata Yusri Nasution, 45 tahun, Kepala Seksi PPN Kantor Pajak Telukbetung. Ia mengenal Fierda sejak masih co pilot di Merpati dan sudah sekitar sepuluh kali terbang bersamanya.

Sekali waktu, cerita Yusri, sebelum mendarat di Branti, satu baling-baling pesawat jenis CN 235 itu berhenti berputar. Satu mesin mati. "Kami diberitahukan bahwa akan diadakan pendaratan "yang agak darurat". Tapi Fierda menyampaikannya dengan tenang dan cukup membuat penumpang tak panik," katanya. Akhirnya 30 penumpangnya mendarat aman di Branti. Urusan mesin mati ini memang kerap dikemukakan Fierda kepada ayahnya, Wilson Panggabean, bekas direktur PT President Taxi. Menurut Wilson, pada 15 Oktober lalu, tiga hari menjelang jatuh di Gunung Puntang, Fierda bercerita tentang pendaratan dengan satu mesin di Bali. "Saya landing dengan satu mesin lagi, Pi. Untung cuaca baik," kata Wilson menirukan putrinya.

Fierda, kelahiran Jakarta tahun 1962, adalah anak sulung dari enam bersaudara. Setamat SMA Bulungan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dia mengikuti pendidikan penerbangan Juanda Flying School di Surabaya -- tamat pada 1984 dengan ijazah commercial flying school dengan predikat terbaik. Mulai bekerja di Merpati pada 1984. Jabatannya co pilot dan baru Juni lalu ia diangkat menjadi pilot. Dengan enam ribu jam terbang, Fierda bergaji sekitar Rp 3 juta. Tak banyak yang tahu soal perkawinan Fierda dengan Maurice Kirwan, 40 tahun, warga San Fransisco, AS, yang asli Water ford, Irlandia Selatan. "Kami menikah di catatan sipil San Fransisco Mei lalu," kata Kirwan pekan lalu. Semula pemilik perusahaan kontraktor ini mau mengajak sang istri untuk pelesir ke Yogya dan Bali sebelum dikawinkan secara adat Batak Desember nanti. Dengan mata yang masih sembab, Kirwan berkata pelan, "Dia seorang pahlawan." Kini Fierda istirahat damai di permakaman Tanah Kusir. 

Sumber  :  http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1992/10/31/NAS/mbm.19921031.NAS7489.id.html

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Delete this widget from your Dashboard and add your own words. This is just an example!

Páginas vistas en total

Archive

free counters
Blinkie Text Generator at TextSpace.net
Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Blog Archive

Followers

Followers

About Me

Foto Saya
Asep Muharam
Lihat profil lengkapku

Archives

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Blinkie Text Generator at TextSpace.net
free counters
Blinkie Text Generator at TextSpace.net
Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Batavia 1943 -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -