Posted by : Asep Muharam
Senin, 14 Mei 2012
Roberto Mancini mengusung trofi Premier League (REUTERS/Darren Staples)
Mancini menuntun anak-anak asuhnya menorehkan sejarah baru ManCity. Betapa tidak, euforia mengusung trofi paling bergengsi di Inggris itu telah dinantikan selama 44 tahun. Ya, kali terakhir The Citizens menjadi juara Premier League pada musim 1967-68.
Setelah bersaing ketat dengan rival sekota, Manchester United, ManCity mengukuhkan puncak klasemen berkat kemenangan di laga penutup musim. Minggu, 13 Mei 2012, Carlos Tevez dan kawan-kawan harus melakoni laga sengit sebelum menundukkan Queens Park Rangers 3-2 di Etihad Stadium.
“Roberto sudah melakukan tugas luar biasa dengan mengurangi tekanan kepada para pemain dan tim. Dia berhasil mengelola perputaran dalam kompetisi yang menakjubkan,” ujar Mubarak seperti dilansir The Sun, Selasa, 15 Mei 2012.
Trofi Premier League merupakan persembahan kedua Mancini sejak menangani ManCity pada akhir Desember 2009. Sebelumnya, pria berkebangsaan Italia itu mengantarkan The Citizens meraih gelar juara Piala FA 2011.
“Roberto adalah juara sejati. Tidak hanya di sepakbola, tapi juga di olahraga. Dia punya karakter kuat dan selalu ingin menang. Semangatnya lebih dari siapapun yang pernah saya lihat,” tutur Mubarak.
“Dia selalu menuntun timnya untuk menang. Itulah yang memberikan kami kepercayaan diri dan energi positif yang luar biasa. Dia adalah manajer yang akan selalu memberikan kesuksesan bagi klub ini,” tegas pengusaha asal Uni Emirates Arab itu.
Sumber : http://bola.vivanews.com
