Posted by : Asep Muharam
Minggu, 13 Mei 2012
Tim SAR mencari korban Sukhoi SSJ 100 di Gunung Salak. (REUTERTS/Beawiharta)
Evakuasi korban kecelakaan pesawat
Sukhoi Superjet 100 kembali berlanjut, Senin 14 Mei 2012. Untuk
mempercepat dan mempermudah proses evakuasi, dua helipad akan disiapkan
di jalur pendakian Cimelati, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
Koordinator Posko Cimelati, Soma Suparsa, menyatakan jalur pendakian Cimelati adalah jalan darat yang terdekat dan termudah untuk melakukan evakuasi. “Evakuasi jalan darat melalui jalur ini hanya membutuhkan waktu empat jam,” kata dia.
“Tim khusus saat ini sedang melakukan survei di beberapa lapangan terdekat untuk melihat kondisi kelayakan lapangan yang hendak disiapkan untuk pendaratan helikopter, sehingga helikopter bisa mendarat dengan aman” papar Soma.
Gunung Salak yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi SSJ 100 sendiri mulai subuh tadi diguyur hujan, seperti juga hampir semua daerah di Kabupaten dan Kota Bogor. Namun meski hujan, pencarian korban terus dilakukan oleh Tim SAR.
Komandan Lapangan Udara Atang Sanjaya Bogor, Marsekal Pertama Tabri Santoso, justru mengatakan cuaca saat ini cenderung bersahabat karena awan mulai terbuka akibat hujan. “Sesudah hujan, angin bagus dan itu membantu proses pencarian korban,” ujarnya.
Tabri berharap cuaca bagus itu dapat bertahan hingga evakuasi lewat udara selesai dilakukan sore nanti. Hingga saat ini sudah ada 25 kantong jenazah korban yang diterima Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.
Sumber : http://nasional.vivanews.com
