Posted by : Asep Muharam
Sabtu, 12 Mei 2012
Jenazah Korban Jatuh Pesawat Sukhoi Tiba di Halim (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
TNI AU belum mengizinkan tim
evakuasi dari Rusia untuk terbang ke lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi
Super Jet 100 di Gunung Salak. Helikopter kecil yang dibawa Rusia
dianggap akan membahayakan proses evakuasi.
Danrem Surya Kencana 0621, Kol. Inf. AM. Putranto mengatakan bahwa tim dari Rusia datang untuk mengevakuasi puing-puing pesawat Sukhoi SSJ100 tersebut. Jika memang ini yang ingin mereka lakukan, kata Putranto, TNI dengan helikopter Super Puma sudah cukup mampu melakukan hal tersebut.
"Mereka menggunakan heli yang lebih kecil. Saya katakan, kami sudah cukup mampu untuk itu. Kalau mereka usahakan untuk mengambil material Sukhoi lebih baik kerja sama dengan KNKT. Kalau Rusia nekat, tetap kami tidak izinkan naik," kata Putranto.
"Yang tahu situasi medan adalah kami, kami tidak mau ada di antara mereka celaka," lanjutnya.
Rusia membawa helikopter jenis Bolco kemarin sore ke Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta. Helikopter dibawa Rusia dalam bentuk bagian-bagian, dan baru dirakit di hanggar Selatan Lanud Halim.
Kepala SAR Nasional Marsekal Madya Daryatmo mengatakan bahwa saat ini pihak TNI dan Basarnas telah menurunkan 12 helikopter. Tambahan helikopter dari Rusia, ujarnya, masih belum diperlukan.
"Helikopter mereka sedang dites, kalau baik akan dipakai untuk dioperasionalkan, tapi pengendalian tetap ada pada kami," kata Daryatmo.
Dia menjelaskan, tim evakuasi yang didatangkan Rusia berjumlah 40 orang. Tidak dapat menempuh jalur udara, Daryatmo mengatakan tim Rusia akan menempuh jalur darat menuju lokasi.
Tim evakuasi yang terdiri dari TNI Polri, Basarnas, dan tim panjat tebing Wanadri, ujar Daryatmo sudah mencukupi. Hanya saja, lanjutnya, tidak mudah membawa kantung jenazah dari bawah jurang ke atas. Black box sampai saat ini juga belum ditemukan
Sumber : http://nasional.vivanews.com
"Black Box belum ditemukan, karena kita belum sampai di bawah. Kita baru mencapai 100 meter ke tengah, sementara jurang mencapai 150 meter," kata Daryatmo.
