Posted by : Asep Muharam
Selasa, 15 Mei 2012
Pesawat Latih TNI AU Bravo AS 202
Dampak kecelakaan jatuhnya pesawat
Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak menyebabkan beberapa wartawan di
Solo pun merasa was-was dan ketakutan untuk mengikuti joy flight. Tawaran joy flight ini disampaikan oleh Komandan Landasan Udara Adi Soemarmo Solo, Kolonel Penerbang Kusworo.
Kontributor RCTI Surakarta, Widi Ucil Nugroho, mengatakan jatuhnya pesawat Sukhoi di Gunung Salak menjadi penyebab munculnya rasa takut mengikuti joy flight dengan pesawat latih di Bandara Adi Soemarmo, Solo.
"Ya sempat takut saat Dan Lanud mengajak teman-teman wartawan untuk ikut joy flight," kata Widi kepada VIVAnews, Selasa, 15 Mei 2012.
Saat Kolonel Pnb Kusworo mengajak joy flight para wartawan cemas dan galau. Hal ini terlihat tulisan status di Blackberry Mesengger. "Tahu ada agenda joy flight langsung bingung dan cemas," demikian pengakuannya.
Hal senada juga dikatakan oleh wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik. Menurutnya, jatuhnya pesawat Sukhoi cukup membuat takut untuk mengikuti joy flight yang diadakan pihak Lanud Adi Soemarmo. "Takutlah ketika dijadwalkan akan ada joy flight," ujarnya.
Meski sempat muncul rasa takut mengikuti joy flight, namun pihak instruktur dari Lanud Adi Soemarmo menyakinkan bahwa kondisi pesawat sangat bagus. Selain itu, sang pilot juga cukup berpengalaman dan menjadi instruktur pendidikan penerbang Lanud Adi Soemarmo.
Alhasil, sebanyak tujuh wartawan dan fotografer pun ikut joy flight. Mereka dibagi dalam dua sesi penerbangan dengan pesawat latih. Mengingat hanya satu pesawat yang digunakan untuk joy flight.
Sementara itu, sekitar belasan wartawan lainnya yang tidak ikut hanya menunggu dan berbicara dengan Dan Lanud di salah satu ruang dekat ATC Bandara Adi Soemarmo.
Sumber : http://nasional.vivanews.com/news/read/314102-danlanud-ajak-joyflight--wartawan-ketar-ketir
