Posted by : Asep Muharam
Senin, 14 Mei 2012
Tim evakuasi korban Sukhoi bekerja mengatasi medan berat (VIVAnews/ Ikhwan Yanuar)
Besok, Rabu 16 Mei 2012 adalah hari
ketujuh proses evakuasi terkait kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet-100.
Meski demikian, Komandan Korem 0621 Surya Kencana, Kolonel Infantri AM
Putranto, menegaskan bahwa pencarian para korban tidak akan
dihentikan.
"Batasan tujuh hari ini situasional, setelah tujuh hari kami dapat wewenang per tiga hari bisa diperpanjang, nantinya tiap tiga hari akan ada evaluasi," katanya kepada VIVAnews.com, Selasa 15 Mei 2012. Setelah tujuh hari tim TNI akan melapor ke Badan SAR Nasional. Tapi apabila memang masih diperlukan akan diperpanjang lagi.
AM Putranto menegaskan bahwa selama proses pencarian mereka sudah bekerja sangat maksimal. "Yang terpenting adalah korban dulu, black box belakangan. Jenazah nomor satu karena keluarga korban menunggu," kata dia.
Secara terpisah, Koordinator Tim Evakuasi Basarnas, Ketut Parwa mengatakan, sore ini akan dilakukan evaluasi secara keseluruhan terkait batas waktu 7 hari evakuasi. "Kami evaluasi keseluruhan apakah perlu diperpanjang. Nanti akan dilaporkan kepada kepala badan seperti apa kondisi terakhir, keputusan akan diperpanjang atau tidak," kata dia.
Ketut Perwa menegaskan bahwa evakuasi tetap diperlukan, sebab, kotak hitam belum ditemukan dan terlebih lagi korban pun belum semuanya dievakuasi. "Kalau memang perintah kepala untuk dilanjutkan kami siap- siap saja," katanya.
Saat ini, Ketut menjelaskan, ada 525 personel evakuasi yang ada di lapangan. Jumlah ini ke depan akan kami kurangi terus. Karena proses evakuasi sudah 80 persen. Yang mungkin akan dikurangi adalah armada ambulans. Karena evakuasi lewat udara. Fokus tim kini mencari ke bawah.
Di dasar jurang, dia menjelaskan, anggota tim evakuasi sebenarnya sudah menemukan mesin pesawat nahas itu. "Tapi ada longsor, kami kan harus penuh perhitungan. Kalau anggota kami tertimbun itu kan akan makin berat," kata dia.
Sejauh ini sudah ada 27 kantong jenazah berisi tubuh para korban yang dikirim ke RS Polri Kramat Jati. Tim belum menemukan jenazah korban yang masih utuh, apalagi tanda-tanda kehidupan dari korban yang diharapkan ada yang selamat.
Sumber : http://nasional.vivanews.com
