Posted by : Asep Muharam
Kamis, 07 Juni 2012
Foto semut karya Robertus Agung Sudiatmoko (dailymail.co.uk)
Jika diamati dari awal, ternyata ada semut yang bertugas sebagai perintis jalan menuju tempat yang ada reski untuk kehidupan mereka. Bila sudah ditemukan tujuan yang hendak dicapai maka mereka memanggil kawan-kawannya. Tidak begitu lama, terbentuklah iring-iringan semut dalam jumlah besar.
Budaya semut
memang hidup bergerombol dan saling bergotong royong. Segerombolan
semut sibuk hilir mudik menuju ke tempat yang ada makanan dan membawanya
pulang. Jika makanan terlalu besar maka mereka beramai-ramai menggotong
makanan tersebut. Disinilah tersimpan hikmah budaya semut bahwa
nilai gotong royong perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebab, dengan bergotong royong, pekerjaan berat bisa menjadi ringan.
Budaya semut ternyata juga menebarkan hikmah saling bertegur sapa
dan ramah dengan sesama. Betapapun sibuknya bekerja mencari
penghidupan, jika bertemu muka atau berpapasan di jalan, mereka pasti
berhenti sejenak dan saling menyapa teman-temannya. Tidak ada di antara
mereka yang sombong, tidak mau menyapa teman karena mereka bertujuan
sama mencari penghidupan.
Sumber 1 : http://ureport.vivanews.com/news/read/322471-hikmah-di-balik-budaya-semut
Sumber 2 : http://swardik.blogspot.com/2012/06/memetik-hikmah-budaya-semut.html
