Posted by : Asep Muharam
Senin, 04 Juni 2012
Pahit. Itulah sensasi pertamakali bagi seseorang yang baru mencicipi
buah pare. Di Indonesia buah pare banyak dijadikan sebagai makanan
tradisional, semisal oseng-oseng. Di wilayah lain, ada juga dijadikan
manisan. Banyak orang yang tidak suka, bahkan hingga membenci aromanya.
Tapi dibalik bentuknya dan rasanya ternyata kandungan dan manfaat pare
bagi pengobatan sangat luar biasa. Barangkali beberapa tulisan telah
membahas manfaat pare untuk pengobatan diabetes yang ternyata tidak
hanya dikenal ditanah air, namun juga di luar negeri.
![]() |
| buah pare/obatherbal |
Kandungan pare ini perlu diperhatikan karena sifat toksisitas dan efek samping dari pare. Karena beberapa laporan menyebutkan pemberian sebanyak 250-500 gram pare dapat menyebabkan penderita diabetes mengalami nyeri perut dan diare. Maka dari itu anjuran untuk mengkonsumsi pare juga harus dibatasi agar tidak mengganggu pencernaan dan efek samping lainnya. Meskipun demikian sifat antioksidan yang terkandung dalam juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi dalam jumlah terkontrol. Cobalah meski pahit rasanya!
Sumber : http://www.landscappist.com/2012/06/dibalik-pahitnya-buah-pare.html

